Renungan Sumpah Pemuda 165

Posted by farich azhar | Posted in | Posted on 06.05



Golden Generation Gathering (3G) yang terdiri dari Gerakan Pemuda 165 (GEMA 165), Forum Silaturahim Mahasiswa 165 (FOSMA 165), dan Silaturahim of Teens 165 (SHOT 165) memperingati Sumpah Pemuda di Menara 165, Cilandak, Jakarta, Sabtu (24/10).

Mungkin sebagian dari kita lupa setiap tanggal 28 Oktober merupakan hari Sumpah Pemuda dan mungkin juga sudah lupa bagaimana bunyinya. Sumpah Pemuda mempunyai makna mendalam, karena berisi ikrar bersatunya dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa.

Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan dari segala macam tantangan, ancaman maupun krisis. Untuk itulah 3G yang terdiri GEMA 165, FOSMA 165, dan SHOT 165 mengadakan renungan Sumpah Pemuda 165.

Renungan Sumpah Pemuda ini bertema “Spirit of Sumpah Pemuda Part 2” dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri GEMA 165, FOSMA 165, SHOT 165, dan Forum Komunikasi Alumni ESQ 165 (FKA ESQ 165). Acara yang berlangsung pukul 19.30 WIB, diisi dengan tari Saman dari FOSMA Universitas Islam Negeri, musikalisasi puisi, talkshow kepemudaan, dan penampilan nasyid.

Ketua FKA ESQ 165, Ary Ginanjar Agustian mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah swt, karena dapat memperingati Sumpah Pemuda di Menara 165. Dirinya mengajak para pemuda mencintai Allah swt, Nabi Muhammad, dan tanah air Indonesia. Kita harus mencintai sesama, karena kita satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

“Kita harus cinta kepada Allah dan juga cinta kepada tanah air, karena tidak sempurna jika kita cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad tetapi tidak cinta kepada tanah air,” katanya.

Dirinya berharap, para pemuda dapat membangun generasi emas yang dapat mengaplikasikan nilai 7 budi utama (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli), sehingga terciptanya Indonesia Emas 2020.

Tidak lupa Ary Ginanjar mengikrarkan isi Sumpah Pemuda, “Pertama, kami putra-putri Indonesia bertanah air satu, tanah air Indonesia. Kedua, kami putra-putri Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia. Ketiga, kami putra-putri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia.”

Ketua DPP GEMA 165, Ridwan Mukri berharap dengan terselenggaranya Sumpah Pemuda jilid dua ini tidak hanya satu tanah air, bangsa, dan bahasa, tetapi juga satu hati membangun peradaban emas dan akan kita mulai dari Menara 165.

“Malam ini menjadi malam yang indah buat kita, dimana kita akan satukan hati kita untuk membangun Indonesia dan peradaban emas,” katanya.

Spirit of Sumpah Pemuda Part 2 ditutup dengan dzikir 99 Asmaul Husna dan lagu satu nusa satu bangsa. Pemuda-pemudi 165 bertekad memantapkan niat untuk satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, dan satu hati bangkit menuju Indonesia Emas 2020. (tino - www.esqmagazine.com)

Comments (0)

Posting Komentar